Tahun 2015 segera berakhir dalam hitungan jam digantikan dengan 2016. Ada begitu banyak kejadian terjadi di sekitar kita, berkelindan antara yang pahit dan manis membentuk satu dinamika hidup yang mau-tak-mau harus kita jalani sebaik-baiknya.

Aku merangkum semuanya dalam risalah akhir tahun ini. Selamat menikmati.

Risalah Akhir Pekan

3 januari 2015, Catatan akhir pekan atau yang biasa kusebut sebagai Risalah Akhir Pekan yang pertama kupublikasikan dengan tajuk Risalah Akhir Pekan I/2015.

Gundul!

Aku ikut pengumpulan dana untuk riset kanker darah/leukemia dengan cara menyediakan diri dicukur gundul dan kawan-kawan mensponsori hal tersebut. Hasil yang kudapat melebihi goal yang kutetapkan.

gantengan mana?

gantengan mana?

Hal positif lain yang kudapat dari acara amal ini adalah, sejak aku digundul, hingga kini aku memantapkan diri untuk terus-menerus menggunduli kepala tiap tiga minggu sekali dengan hair clipper yang akhirnya kubeli.

D-Day!

D-Day!

Lebih irit, lebih ringkas dan ehem… tetap tampan!

Tulisan-tulisan terkait: Risalah akhir pekan 9/2015Gundul untuk Leukaemia

Mama sakit keras

Aku dan Mama, Maret 2015

Aku dan Mama, Maret 2015

Mama harus dilarikan ke rumah sakit bahkan sempat kritis. Hal ini lantas membuatku pulang untuk menjenguk. Puji Tuhan, sejak kunjunganku hingga kini kondisi Mama terus membaik dan membaik.

Tulisan-tulisan terkait: Selamat ulang tahun Ma, Paspor, Risalah Akhir Pekan 12/2015, Tukang Pijat, Klaten, Risalah Akhir Pekan 13/2015, Lazarus

Hukuman mati = Pembunuhan yang direncanakan?

Lukisan terakhir karya alm. Myuran Sukumaran sebelum ia dieksekusi 29 April 2015 silam

Lukisan terakhir karya alm. Myuran Sukumaran sebelum ia dieksekusi 29 April 2015 silam

Pikiranku tersita pada grasi yang ditolak Jokowi terkait kasus narkoba. Sejak eksekusi periode pertama 18 Januari 2015 disambung dengan gelombang kedua yang diadakan pada 29 April 2015. Termasuk di dalam delapan tereksekusi pada gelombang kedua adalah dua warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

blog_lilin6

Tulisan-tulisan terkait: Dulu aku memilih Jokowi, Risalah Akhir Pekan 17/2015, Risalah Akhir Pekan 3/2015

Called to Love

Didapuk jadi ketua panitia seminar bertajuk Called to Love yang mengangkat isu Theology of the Body (wasiat dari St John Paul II). Mendatangkan pembicara pasangan Rico Ariefano dan Lia Brasali-Ariefano dari komunitas Domus Cordis.

Seminar Called To Love

Seminar Called To Love

Persiapan acara ini sangat panjang dan kompleks. Kompleksitas yang kubangun sendiri karena aku memang ingin acara ini berkesan. Hasilnya pun memiliki kompleksitas tersendiri.

blog_risalah18-05

Sukses? Jelas! Tapi friksi-friksi di antara anggota tim tercipta seiring persiapan dan pelaksanaan acara ini. O well, aku toh tak bisa menyenangkan semua orang…

Tulisan-tulisan terkait: Risalah Akhir Pekan 6/2015, Risalah Akhir Pekan 9/2015, Risalah Akhir Pekan 18/2015, Hidup ini Nggak Fair!

Iwan Santoso

10 Mei 2015, aku sangat-sangat-sangat kehilangan salah satu kawan terbaik, Iwan Santoso. Kepergiannya begitu mengagetkan padahal dua bulan sebelumnya kami bertemu tanpa firasat meski aku pada akhirnya berpikir kenapa aku harus pulang bulan Maret silam, kenapa aku justru lebih banyak ngobrol dengan Iwan selama kunjungan pulang yang seharusnya untuk Mama itu…. ternyata Tuhan memberiku kesempatan untuk bertemu yang terakhir kali dengannya.

Ini adalah foto terakhirku dengan Iwan Santoso (alm). Malam saat ia mengantarkanku kembali ke hotel, Maret 2015. Iwan ada di sudut kanan

Ini adalah foto terakhirku dengan Iwan Santoso (alm). Malam saat ia mengantarkanku kembali ke hotel, Maret 2015. Iwan ada di sudut kanan

Iwan meninggal karena serangan jantung saat mengikuti olahraga kesukaannya, sepakbola di lapangan sekolah yang sangat dibanggakannya, sangat kubanggakan, SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Tulisan-tulisan terkait: tis76, Risalah Akhir Pekan 20/2015, Risalah Akhir Pekan 19/2015

HMD, Chandra Yudha, Andreas Panurian, El Kucing/Angga, Antonius Erwin Zubiyan, Mak Ndhuk, Mbak Benik

Tak hanya Iwan, tahun ini aku kehilangan banyak kawan dekat.

Yang pertama adalah Chandra Yudha, ia adalah mantan klien, seorang pekerja ulet meninggal karena stroke pada usia yang lebih muda daripadaku.

HMD atau Hamid adalah laskar onliner terkemuka di Jogja dan Indonesia. Ia orang yang sangat sederhana dengan cita-cita yang sumeleh. Aku bertemu dengannya untuk pertama kali dan terakhir kali pada Agustus 2013 di Jogja. Kami lebih akrab ketika ngobrol di internet dan server donnyverdian.net yang kupensiunkan 20 Desember 2015 silam adalah buah karya setupnya.

#RIPHMD

#RIPHMD

Hamid meninggal mendadak di kantor pada akhir Mei 2015, sekitar dua minggu sesudah Iwan meninggal.

Andreas Panurian, kawan lamaku di pelayanan saat di Jogja meninggal dunia awal September 2015 silam. Berita ini mengagetkan karena Andre terbilang masih sangat muda.

Almarhum Andreas duduk di sebelahku. Foto ini diambil setelah acara penutupan Konvenas Muda-mudi II di Yogyakarta, 2005 silam

Almarhum Andreas duduk di sebelahku. Foto ini diambil setelah acara penutupan Konvenas Muda-mudi II di Yogyakarta, 2005 silam

Sebulan sesudahnya, Angga yang menamai dirinya El Kucing di Facebook, berpulang juga. Aku bertemu dengannya sesaat sebelum aku pindah ke Australia, 2008 silam. Angga adalah pembaca setia blog ini. Interaksi antara pembaca dan penulis secara utuh dan mengesankan kudapatkan dari hubunganku dengannya. Kami sering ngobrol mendiskusikan apa yang kutulis.

Alm Angga kedua dari kanan

Alm Angga kedua dari kanan

Mas Erwin Zubiyan, gitaris Rizky Summerbee and the Honeythief pun berpulang setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jogja sana. Aku tak pernah bertemu secara langsung dengannya tapi ‘perjumpaanku’ dengan musik-musiknya serta interaksiku dengan Rizky, teman satu band-nya, membuat kami akhirnya berkenalan secara virtual.

blog_risalah_45_01

Mak Ndhuk dan Mbak Benik adalah dua kakak-adik tetangga di Klaten yang meninggal dunia menjelang akhir tahun ini.

wefie dengan Mak Ndhuk, Maret 2015 silam. Ini barangkali foto pertama tapi yang pasti ini adalah foto terakhirku dengannya.

wefie dengan Mak Ndhuk, Maret 2015 silam.
Ini barangkali foto pertama tapi yang pasti ini adalah foto terakhirku dengannya.

Wefie dengan Mbak Benik, adik Mak Ndhuk yang meninggal setengah bulan lebih awal dari Mak Ndhuk.

Wefie dengan Mbak Benik, adik Mak Ndhuk yang meninggal setengah bulan lebih awal dari Mak Ndhuk.

Banyaknya orang-orang dekat yang kukenal dan meninggal di tahun ini serta kondisi Mama yang menurun drastis menyadarkanku bahwa kehidupan ini sejatinya adalah sebuah berkat yang tak semua orang mendapatkan sama persis dengan apa yang kita dapatkan termasuk pendek-panjangnya.

Lambat laun, pandanganku terhadap perpisahan, kematian dan hidup abadi pun berproses menuju sebuah kedewasaan yang tingkatannya belum bisa kuungkapkan dengan kata-kata.

Tulisan-tulisan terkait: Risalah Akhir Pekan 16/2015, HMD, Risalah Akhir Pekan 21/2015Risalah Akhir Pekan 37/2015Risalah Akhir Pekan 41/2015, Mak NdhukRisalah Akhir Pekan 49/2015, Risalah Akhir Pekan 45/2015

Natalia Dewiyani

Natalia atau Nat, adalah orang yang belum pernah kutemui secara muka tapi aku mengenalnya lewat semangat yang ia tularkan melalui social media.

Sama-sama orang Jogja, aku kenal secara personal dengan saudara laki-lakinya yang sama-sama lulusan SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Nat sangat istimewa karena ia menunjukkan pada dunia bahwa perjuangannya melawan kanker bisa dilakukan dalam suasana nan menyenangkan dan penuh semangat. Sesuai judul laman facebook-nya, Laughter with Cancer, ia seolah menertawakan kepongahan kita yang kerap sombong dan angkuh tapi lantas terkejut dan takut saat sisi-sisi gelap hidup menghinggapi.

Tulisan-tulisan terkait: Risalah Akhir Pekan 35/2015Risalah Akhir Pekan 36/2015

Merchandise DV

Aku merilis merchandise blog berupa kaos. Barangkali aku adalah blogger Indonesia pertama yang berani dan nggak tau malu untuk melakukannya!

“Ngapain malu? Resiko terberatnya toh nggak laku? Aku beli kaos berdasarkan pesanan!” begitu kataku pada Joyce suatu malam ketika aku memberitahukan ide gilaku ini.

blog_madeinChina_01

Toh, kaos itu terjual lebih dari sepuluh dan bagiku itu sesuatu yang luar biasa. Tanpa memperhitungkan untung, tanpa publikasi besar-besaran dan…. siapalah aku ini yang berani membuat merchandise… tapi hasil itu sangat kusyukuri :)

Kaos berikutnya? Tunggu ya. Aku lebih konsen nulis dulu :)

Tulisan-tulisan terkait: Risalah Akhir Pekan 29/2015Risalah Akhir Pekan 27/2015Risalah Akhir Pekan 26/2015

Salju

Untuk pertama kalinya selama 38 tahun hidup dan delapan tahun tinggal di Australia, aku akhirnya bertemu dengan salju!

Foto ini diambil di pekarangan rumah orang. Sesuatu hal yang sangat langka terjadi ketika pemilik rumah mengijinkan orang lain masuk ke halaman dan bermain-main dengan salju

Foto ini diambil di pekarangan rumah orang. Sesuatu hal yang sangat langka terjadi ketika pemilik rumah mengijinkan orang lain masuk ke halaman dan bermain-main dengan salju

Sebenarnya ini hal yang patut dijadikan prihatin karena aku menemui salju tak jauh dari Sydney, Blue Mountains, kawasan yang tak pernah/jarang sekali dilanda hujan salju lebat dan bukankah ini pertanda iklim memang benar-benar berubah???

Tulisan terkait: Risalah Akhir Pekan 29/2015

Ndorokakung

blog_ndoro

Aku berhasil mewawancarai salah satu godfather social media Indonesia, Wicaksono a.k.a Ndorokakung. Bagiku, setelah berhasil mewawancarai banyak yang lain (simak di sini) sekitar dua tahun silam, Ndorokakung melengkapi dengan baik.

Simak di sini tulisannya.

DeBritto!

blog_2015_pemilu

Paguyuban alumni De Britto kembali semarak dengan adanya pemilihan presiden alumni sekitar bulan Sept-Oktober 2015 yang lalu dan aku ditunjuk jadi salah satu panitia.

Pilpres berakhir dengan mulus meski ada banyak gesekan saat persiapan. Yang paling penting kekakraban dengan teman-teman alumni baik yang satu angkatan maupun bukan terus berlanjut setidaknya hingga sekarang.

Salah satu ‘buah’ dari kemeriahan itu adalah dipertemukannya kembali aku dengan Damar Benni, sahabat kala SMA yang lantas berujung pada kesediannya membantuku membuat sentuhan-sentuhan grafis di blog ini.

Tulisan-tulisan terkait: Risalah Akhir Pekan 39/2015Risalah Akhir Pekan 38/2015Risalah Akhir Pekan 40/2015Risalah Akhir Pekan 42/2015

Seribu tulisan di blog ini dan sepuluh yang terbaik

Sebenarnya lebih dari seribu kalau mau dihitung sejak pertama kali ngeblog 2002 silam. Tapi apa lacur, waktu awal-awal ngeblog dulu tak pernah berpikir tentang backup dan auto-backup jadi arsip-arsip tulisan lama pun musnah seiring gonta-ganti server.

Di antara seribu tulisan yang berhasil kubuat dan kusimpan, aku membuat post tentang tulisan-tulisan terbaikku menurut versiku sendiri. Simak di sini.

Old post kuhentikan

blog_oldpost

Setelah lebih dari dua tahun, layanan autopost ke kanal social media berisi posting-posting lama di blog ini kuhentikan. Sudah ada begitu banyak orang yang memintaku untuk menghentikannya tapi yang membuatku bergeming adalah pertanyaan lugu salah satu kawan SD ku dulu di facebook, “Don, kamu tahu nggak caranya supaya aku gak dapat kiriman-kiriman tulisanmu? Bukannya kenapa-kenapa, aku lebih suka datang langsung ke blogmu…”

Tak sampai 15 menit kemudian, layanan itu ku-switch off dan selesai sudah…

Simak di sini tulisannya.

DV.FYI

blog_201215

Delapan tahun cukup bagi Donnyverdian.net untuk mengudara. Ia kini kuistirahatkan dan kuganti dengan DV.FYI, situs superblog yang kurilis per 20 Desember 2015, bertepatan dengan 38 tahun aku dilahirkan.

Tulisan-tulisan terkait: Memilih Theme tidak semudah mengagumi keindahannya, Plugin,DV.FYI blog berbayar?, Risalah Akhir Pekan 51/2015

Photo of the year

Dari banyak foto yang kubuat selama 2015, foto di bawah ini adalah foto terbaik. Kuambil saat berlibur di Canberra, Juni silam (silakan baca artikelnya di sini)

blog_risalah_26_02

Post of the Year

Sorry, Wan! Fotoku kuedit ya. Warnanya kubikin terang ben ora blawur, Su! :)

Sorry, Wan! Fotoku kuedit ya. Warnanya kubikin terang ben ora blawur, Su! :)

Dari 173 tulisan (termasuk tulisan ini) yang kubuat di tahun 2015, aku tak bisa tidak memilih tulisanku tentang kenangan akan almarhum Iwan Santoso ini sebagai post terbaikku. Post yang kubuat dalam duka yang sangat dalam dan penuh ketergesa-gesaan ini kuberi judul sesuai paraf-nya dulu, tis76.

App of the year

Aku merasa perlu memberi apreasiasi pada pembangun aplikasi Google Photo karena aplikasi tersebut aku bisa memback-up foto-foto yang ada di gadget-gadgetku. Aku tak perlu galau lagi dengan biaya langganan iCloud yang terus membengkak terlebih karena Google Photo menggunakan ukuran space yang sama dengan yang disewakan Google Drive.

Food of the year

Agak sulit menemukan makanan paling enak yang kumakan 2015 ini karena aku bukanlah pemburu wisata kuliner seperti banyak orang belakangan ini. Aku punya selera yang tetap dan agak susah untuk menerima makanan jenis baru. Tapi aku memberanikan diri dan kuyakin pilihanku ini istimewa karena ia sanggup menaklukkan lidah yang tak terlalu suka perubahan ini.

Song of the year

[youtube id=”XtwIT8JjddM” width=”690″ height=”340″ position=”center”]

Aku tak bisa tidak harus memilih lagu milik Matt Redman. 10000 reasons sebagai lagu terbaik tahun ini. Meski ini bukan lagu keluaran tahun 2015, tapi kalau mau dihitung, ini adalah lagu yang paling kerap kunyanyikan baik di kamar mandi, di depan komputer, sepanjang jalan maupun di mimbar-mimbar gereja yang kudatangi dan kepadaku dimintakan tolong untuk bernyanyi. Aku mengenal lagu ini dari kisah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran menghadapi regu tembak pada malam jahanam 29 April 2015 silam. Konon, lagu ini adalah lagu terakhir yang mereka nyanyikan, tak selesai memang karena lagu itu diputus oleh peluru yang mengakhiri hidup mereka.

Simak review-ku atas lagu ini di sini.

Secara khusus aku juga hendak mengucapkan terima kasih untuk Kang Rane, Richoz dan Damar Benni yang sudah berbaik hati menggambar wajahku melalui goresan-goresan kreatifnya. Nuwun!

Ini karya Mas Rane

Ini karya Mas Rane

 

Ini karya Richoz

Ini karya Richoz

Ini karya Damar Benni. Ikon-ikon yang muncul di sini juga karya beliau!

Ini karya Damar Benni. Ikon-ikon yang muncul di sini juga karya beliau!

Dipublikasikan pada Hari Keenam dalam Oktaf Natal, pada pesta nama Santo Sabinus, Uskup dan Martir