Bulan: Mei 2012

Apa yang baru?

Heiho! Apakabar? Terakhir menyapa kalian ‘secara personal’ seperti ini adalah sekitar enam bulan yang lalu? Benar? Coba simak tulisan ini. Ada begitu banyak hal yang terjadi selama kurun waktu tersebut namun satu hal yang pasti, blog ini masih terus berdiri dan terakomodasi dengan baik, entah itu sisi pengembangan maupun pengisian kontennya. Dan berikut adalah update tentang blog ini. Wagen Aku berterima kasih atas banyaknya respons yang masuk terkait dengan Wagen, program pengadaan tulisan dari para penulis tamu di blog ini. Sejak pertama kurilis beberapa waktu silam, ada begitu banyak orang yang tertarik dan menyatakan minat, meski memang tak semua pada...

Read More

Gaga(L)

Ada dua ‘pada akhirnya’ yang harus kutulis di awal sini. Pertama, pada akhirnya Lady Gaga tak jadi manggung di Indonesia, dan ‘pada akhirnya’ yang kedua, … pada akhirnya, aku merasa harus menulis tentang polemik konser Lady Gaga di sini, di blog ini. Padahal, tarkait ‘pada akhirnya’ yang kedua, menulis tentang polemik itu di sini seperti menjerumuskanku ke dalam satu kebodohan dan membuatku jadi tampak ikutan bodoh. Tapi katakanlah kita sama-sama bodoh, biarlah kebodohanku berhadap-hadapan dengan kebodohan kalian, dan kita buktikan siapa yang jauh lebih bodoh, kebodohanku atau kebodohanmu! “…menulis tentang polemik itu di sini seperti menjerumuskanku ke dalam satu...

Read More

Identitasmu? Agama atau negara?

Pernah kutanya, “Kamu orang katholik atau orang Indonesia?” Lantang ia, seorang garis keras, menjawab, “Katholik!” “Kenapa bukan orang Indonesia?” tanyaku. “Ya, kebetulan saja tinggal di Indonesia!” jawabnya. “Kenapa kebetulan Indonesia? Tak kebetulan Katolik?” lalu terdiam. Orang begitu bangga berdiri di balik identitas agama sementara nasionalisme adalah keusangan. Lain cerita. Orang menindas umat agama lain karena dendam yang salah jurusan, “Di belahan dunia lain, orang-orangmu menindas orang-orangku, Sob!” Padahal, bukankah kamu adalah orangku juga karena kita sama-sama Indonesia dan mereka, apapun agamanya bukanlah orang kita karena mereka bukan sebangsa?! Yang lain lagi. Seorang silent majority berkomentar, ‘Ngapain bantu gereja yang...

Read More

Imot dan niche untuk stand up comedy Indonesia

Hal yang paling menarik dari sebuah sajian komedi menurutku adalah bagaimana sang komedian berusaha membuat penontonnya tertawa dan ini tentu tidak mudah. Percaya atau tidak, sosok sang komedian sendiri ikut mempengaruhi. Waktu Tukul belum setenar sekarang, ketika ia muncul dalam serial Srimulat yang dulu ditayangkan salah satu televisi swasta Indonesia, bagiku ia sungguh tak lucu. Tapi setelah ia ngetop, melihat sosoknya saja orang sudah senyam-senyum memperhatikannya dan sekalinya ia bertingkah, belum bicara, pun kita bisa terpingkal-pingkal dibuatnya. Nah, belakangan ada begitu banyak komedian ‘baru’ berlabel ‘comic’, pelaku seni stand up comedy yang akhir-akhir ini mulai ‘naik’ di Indonesia. Mulai...

Read More

Seberapa cepat waktu berlalu?

Ya, seberapa cepat waktu berlalu? Kalau kau tak sanggup menghitungnya dari jumlah kerut di wajahmu karena pulasan produk kosmetik kesayanganmu, berhitunglah melalui hal lainnya. Dalam 12 tahun terakhir aku telah mengganti lebih dari 14 gadget yang kugunakan. Ada satu gadget yang kupakai selama lebih dari empat tahun, tapi pernah pula dalam setahun kuganti gadget hingga empat kali banyaknya. Hingga beberapa waktu lalu, aku menemukan artikel tentang ‘vintage mobile phone’ dan betapa kagetnya aku ketika tahu bahwa Nokia 8210 adalah salah satu di antaranya. Di titik itu aku tercekat; betapa cepat waktu berlalu. Padahal gadget yang pernah sangat ngetrend karena...

Read More
150x150logo

Yuk berlangganan!

Bergabunglah dalam milist untuk mendapatkan update terbaru yang informasinya tak kusebar secara utuh di sini. Privasi kalian kuhormati, informasi pribadi tak'kan kusebarluaskan.

You have Successfully Subscribed!