Bulan: Februari 2009

Surat Berbunga

Pagi, Hon! Waktu aku di kamar mandi pagi tadi (kamu masih tertidur) dan sibuk mencari botol sampoo baru di dalam lemari, tak kusengaja tersentuh olehku botol gel pengeras rambut yang kita beli setahun lalu. Aku ingat betul gel itu kita beli di Coles Stockland, sehari sebelum hari ini, setahun yang lalu. Mengherankan ya! Aku kok ber-gel pengeras rambut! Padahal kan kamu tahu dulu aku tak begitu suka untuk mengenakan gel pada rambut lemasku ini… “Oalah bisa diketawain dunia nantinya” gumamku saat itu. Tapi toh akhirnya terbeli juga, akhirnya terpakai juga! Demi apa yang akan kuhadapi keesokan harinya, hari ini...

Read More

Ibu

Suatu waktu dulu, Tunggonono pernah bertanya padaku “Bos, menurut sampeyan, bagaimana sosok ibu dimata Bos?” Sesaat aku terkaget dengan pertanyaan yang begitu datar namun dalam dari sosok Tunggonono yang preman ndeso itu. “Bos…” “Ya?” “Lho pripun tho..? Gimana sih? Kok nggak dijawab malah diem sambil merem begitu?” Ia tampak tak sabar dengan jawabanku. Aku tetap terdiam, memejamkan mata dan mencari jawaban yang kira-kira tepat bagi pertanyaan Tunggonono itu. Kucari wajah ibu dalam lamunanku itu dan menata kata-kata untuk melukiskannya dalam benak: Ibu bagiku adalah segalanya. Melebihi gunung yang matinggi, mengungkungi busur bumi yang menjadi alur kerja bagi matari. Hatinya...

Read More

Weker Alarm

Dulu waktu kecil, ketika menjelang tidur, hal yang paling kutakutkan adalah kalau-kalau matahari besok tidak terbit lagi dan gelaplah dunia! Tapi akhir-akhir ini, doa yang selalu kupanjatkan sebelum tidur adalah semoga pada keesokan paginya, weker alarm yang kustel dapat berbunyi senyaring-nyaringnya dan tidak ngadat. Aku lebih mengkawatirkan alarm ketimbang matahari karena matahari diatur oleh alam, sementara justru bangun pagiku sangat dan sungguh diatur oleh dering alarm. Kenapa aku sangat tergantung pada alarm? Awalnya adalah komitmen. Secara disadari atau tidak, sedari kecil aku, dan juga kalian, selalu dituntut untuk berkomitmen terhadap sesuatu dengan menggunakan waktu sebagai pijakannya, sebagai lahannya. Komitmen...

Read More

Persoalan Pagi

Ada banyak orang menyalahkan pagi! Terutama setelah mengevaluasi betapa buruknya hari yang baru saja ia hadapi, tak jarang mereka dan kita berujar “Ini gara-gara kejadian tadi pagi!” Dan kalau sudah seperti ini, alangkah beruntungnya malam! Meski ia menjadi waktu mengumpat seorang yang mengevaluasi pagi, tapi setidaknya ia tak ikut diumpat. Malam adalah sepi, waktu dimana pagi dimimpikan sebagai sesuatu yang lebih baik lagi ketimbang pagi sebelumnya. Mari kita menamainya dengan istilah persoalan pagi. Adalah persoalan yang kita dapatkan pada pagi hari, karena apa yang dilakukan ataupun didapatkan pada saat-saat pertama kita bangun pagi nyatanya memang sangat mempengaruhi keseluruhan hari,...

Read More

Matane dan Matamu

Apa yang menarik dari mata? Waktu kukecil dulu, aku suka seram kalau Mama sudah membelalakkan mata ke arahku. Ketika kami sedang bertamu ke rumah orang lantas aku tak bisa berhenti makan kudapan yang dihidangkan tuan rumah, matanya bisa jadi memerah dan seperti hendak keluar meski bibir tetap tersenyum ke arah tamu. Matanya adalah isyarat. Isyarat supaya aku berhenti memamah biak atau jika tetap nekat, sekeluarnya dari situ, telingaku akan memerah karena dijewer lalu ditariknya ke atas tinggi-tinggi. Waktu kuberanjak remaja dulu, setengah mati aku belajar mengedipkan sebelah mata. Kawan dekatku dulu bilang “Kedipkanlah mata pada gadis yang kau suka!”...

Read More
150x150logo

Yuk berlangganan!

Bergabunglah dalam milist untuk mendapatkan update terbaru yang informasinya tak kusebar secara utuh di sini. Privasi kalian kuhormati, informasi pribadi tak'kan kusebarluaskan.

You have Successfully Subscribed!